Simon Kirene
Friday June 13th 2008, 7:17 am
Filed under: Religion

Ada cerita menarik di balik penyaliban Yesus. Kisah ini dicatat oleh
Matius, Markus, dan Lukas. Ketika itu Yesus diharuskan berjalan sambil
memikul salibNya sendiri menuju bukit Golgota. Tetapi karena sudah
disiksa sebelumnya, Ia tidak kuat lagi memikul salib tersebut. Oleh
karena itu, seorang yang bernama Simon dari Kirene, dipaksa untuk
memikul salib Yesus (Matius 27:32).

Jadi, Simon dari Kirene mengikut Yesus karena
terpaksa. Jelas bukan merupakan hal yang enak, tetapi ia tidak punya
pilihan lain. Menolak memikul salib untuk mengikut Yesus bisa berarti
kehilangan nyawa bagi Simon. Tidak dapat dibayangkan bagaimana perasaan
Simon Kirene ketika ia berjalan dengan susah payah, memikul salib dan
mengikut Yesus.

Tetapi cerita tersebut tidak berakhir di situ.
Banyak peneliti sejarah Alkitab percaya bahwa Simon dari Kirene
termasuk satu dari sedikit orang yang tetap berada di dekat Yesus pada
saat Ia disalibkan. Sementara semua murid lainnya melarikan diri
(Matius 26:56), Simon dari Kirene mendapatkan hak istimewa untuk
mendampingi Yesus sampai kematianNya. Ia melihat keajaiban yang terjadi
menjelang kematian Yesus. Ia mendengar tujuh perkataan terakhir yang
diucapkan Yesus. Ia melihat bagaimana banyak orang yang pulang dan
menyesal sambil memukul-mukul diri setelah melihat kematian Yesus di
kayu salib (Lukas 23:48).

Banyak peneliti Alkitab yang percaya bahwa Simon terus berada di
situ dan kemudian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Keinginan
tahunya membawa Simon untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan
dan JuruselamatNya. Ia ikut terlibat dalam persekutuan orang percaya.
Ia ikut menikmati kebangkitan Yesus dari kematianNya yang kemudian
disusul dengan pencurahan Roh Kudus. Ia hadir pada saat Roh Kudus
dicurahkan dan murid-murid penuh dengan Roh Kudus dan berkata-kata
dalam bahasa-bahasa lain. Salah satu di antara bahasa lain itu adalah
bahasa orang Kirene (Kisah Rasul 2:10). Kemungkinan besar, Simon Kirene
juga mengalami pencurahan Roh Kudus saat itu.

Lama setelah itu, kedua anak Simon Kirene, yaitu Aleksander dan
Rufus, menjadi orang-orang yang dikenal aktif dalam gereja mula-mula
(Markus 15:21). Tidak hanya itu, Rasul Paulus bahkan menyebutkan Rufus
sebagai orang pilihan Tuhan. Bahkan, isteri Simon Kirene dianggap
sebagai ibu oleh Paulus (Roma 16:13).

Ketika Simon dipaksa untuk memikul salib dan mengikut Yesus, mungkin
saat itu ia tidak mengerti. Mungkin ia hanya menurut karena tidak mampu
melawan. Tetapi bertahun-tahun kemudian, keluarganya dikenal sebagai
orang-orang pilihan Tuhan.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mengalami saat-saat dimana
Anda diharuskan memikul salib dan terus mengikut Dia? Mungkin - sama
seperti Simon Kirene - bukan karena kesalahan Anda tetapi Andalah yang
harus memikul akibatnya. Kalau saat ini Anda sedang mengalami hal
tersebut, ingatlah bahwa tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan orang
percaya. Semua hal tidak enak yang sedang Anda alami saat ini mungkin
adalah salib yang harus Anda pikul yang akan menghasilkan perkara yang
indah.

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,
yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah - Roma
8:28





     
1 Comment so far

Shalom Talitha,
Saya Deny, dan blog saya http://jakartaberdoa.blogspot.com. Saya senang bisa membaca lebih tentang Simon dari Kirene. Beberapa tokoh Alkitab memang membuat saya ingin lebih tahu. Seperti Yusuf, ayah dunia dari Yesus, di manakah dia pada saat Yesus disalib? Maria Magdalena, ke manakah dia? Jadi pembacaan Alkitab saya tidak henti hanya di situ. Saya mencari agar mendapatkan pencerahan yang membuat kita bukan hanya kristen alkitab, tetapi kristen yang berpengetahuan.
Thanks sekali lagi untuk Simon dari Kirene ini. Sungguh, saya cari2 di mana2 dan belum mendapatkan yang lebih terang daripada yang Anda tuliskan.
Kunjungi blog saya dan jika bisa tukar menukar cerita, alangkah baiknya.
Tuhan Yesus memberkati Anda.

Salam kasih,
Deny

Comment by    Deny 01.12.09 @ 5:39 pm



Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

(required)

(required)