Be a good leader!
Salah seorang pembicara dan pelatih kepemimpinan mendefinisikan kepemimpinan atau leadership sebagai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain. Dengan kata lain, tingkat kepemimpinan kita sejalan dengan kemampuan kita dalam mempengaruhi orang lain. Padahal dalam kehidupan kita sehari-hari, sadar atau tidak sadar kita mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain. Jadi, sepanjang hidup, kita akan selalu dipimpin orang lain dan bersamaan dengan itu juga memimpin orang lain. Di tempat pekerjaan, kita melakukan perintah atasan sebagai pemimpin kita, sementara itu di rumah kita memimpin isteri dan anak-anak dalam keluarga kita. Jika kita juga aktif di dalam organisasi masyarakat sebagai pemimpin maka otomatis kita juga memimpin orang-orang dalam organisasi tersebut untuk mencapai visi dan misi yang sudah ditetapkan.
Kemampuan untuk memimpin itu sendiri bisa dipelajari dan dikembangkan karena masing-masing orang mempunyai benih atau potensi sebagai seorang pemimpin. Jika kita secara sengaja dan teratur mengembangkan kemampuan tersebut, maka kita akan menjadi seorang leader yang efektif, yang mampu menggerakkan orang-orang untuk mencapai tujuan bersama dengan
lebih baik.
Beberapa cara praktis untuk bisa mengembangkan kemampuan kepemimpinan tersebut dapat dijabarkan secara sederhana ke dalam enam langkah sederhana yang disingkat menjadi LEADER.
L - Learner
Seorang leader adalah seorang pembelajar. You stop learning means you stop leading. Jika anda berhenti belajar, anda berhenti memimpin. Seumur hidupnya seorang leader terus membina dirinya lewat bacaan, pergaulan dan lingkungannya. Anda yang ada saat ini akan tetap sama lima tahun dari sekarang kecuali anda mengubah apa yang anda baca dan dengan siapa anda bergaul. Anda harus secara sengaja membawa diri anda ke dalam lingkungan yang akan membangun anda lewat bacaan dan pergaulan anda. Bacaan apa yang anda baca selama ini? Dengan siapa saja anda bergaul
selama ini?
You choose your own enviroment. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Jika anda bergaul dengan seorang yang suka marah, anda juga akan terbiasa dengan sikapnya dan tidak lama kemudian anda juga menjadi pemarah. Jika anda bergaul dengan orang bijak, lambat laun prinsip-prinsip hidup orang tersebut akan masuk ke dalam hidup anda dan menjadikan anda bijak. Jika anda bergaul dengan pengusaha-pengusaha sukses, anda pun akan terbawa kepada cara berpikir dan kebiasaan yang menjadikan mereka sukses.
E - Excellent
Suka atau tidak, seorang leader akan menjadi patokan, ukuran tindakan bagi pengikutnya. You are the pace setter. Anda yang menentukan ukuran, benchmark bagi pengikut anda. Jika anda tidak menetapkan standar yang tinggi, jangan berharap pengikut anda akan punya standar kerja yang tinggi juga. Jika anda selalu terlambat tiba di tempat pekerjaan, anak buah anda juga akan terlambat tiba di tempat pekerjaan. Jika anda sering berbohong kepada customer anda, karyawan anda juga akan ikut melakukannya. Jika anda selalu mencurigai karyawan anda, perusahaan tempat anda bekerja akan menjadi tegang dan kering karena semua orang saling curiga terhadap temannya. Manajemen salah satu hotel terkenal mempunyai prinsip untuk menghargai dan memperhatikan karyawannya dengan baik. Akibatnya, semua karyawannya juga mempunyai spirit yang sama terhadap para pelanggan. Dengan sendirinya pelanggan hotel tersebut menjadi betah dan senang untuk selalu menginap di hotel tersebut. Apa yang anda buat akan ditiru dan diduplikasi oleh pengikut anda. Itu sebabnya, sebagai leader anda harus punya excellent spirit, semangat
untuk mengejar dan menghasilkan yang terbaik.
A – Attitude
Attitude determines altitude. Sikap anda di dalam kehidupan ini akan menentukan sejauh mana anda mengalami kemajuan. Banyak hal yang terjadi di luar kendali anda, tetapi anda yang menentukan bagaimana anda harus bersikap. Anda tidak bisa mengendalikan hujan, tetapi anda yang menentukan sikap anda. Anda bisa jengkel karena hujan, anda juga bisa bersukacita karena hujan. Anda bisa menganggap setiap tantangan yang anda hadapi sebagai penghalang, anda juga bisa menganggap tantangan tersebut menjadi peluang untuk anda maju.
Aptitude opens the door, but attitude determines how wide and how long it will be. Talenta atau keahlian anda akan membuka peluang baru bagi anda, tetapi sikap andalah yang akan menentukan sejauh mana anda bisa berkembang di tempat tersebut. Seringkali keberhasilan seseorang ditentukan oleh sikapnya dalam menghadapi persoalan.
D - Dreamer
Salah satu hal yang membedakan leader dari para pengikutnya adalah kemampuannya untuk melihat jauh ke depan. Seorang leader adalah seorang dreamer. Leader sees the unseen and translates it to his followers. Kemampuan untuk melihat sasaran yang jauh di depan dan belum terlihat oleh mata jasmani dan kemudian mengubahnya menjadi langkah-langkah praktis untuk mencapainya merupakan keahlian yang perlu terus dikembangkan. Beberapa leader membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa menterjemahkan mimpinya menjadi langkah-langkah praktis yang harus dilakukan. Walaupun demikian, kemampuan untuk bermimpi, untuk melihat hal-hal yang ingin dicapai di masa mendatang harusnya menjadi bagian sang pemimpin.
E – Encourager
Untuk mengembangkan kemampuan leadership anda juga harus menjadi seorang encourager, bukan discourager. Ketika anak buah anda melakukan kesalahan, ia sudah merasa tertuduh. Pada saat seperti itu, seringkali yang dibutuhkan adalah dorongan semangat baru agar ia tidak putus asa.
Be a person of solutions oriented instead of faults finding oriented. Lebih baik berfokus pada solusi daripada berusaha untuk mencari kambing hitam.
R – Responsible
Seorang leader berani mengambil tanggung jawab. Anda tidak melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, apalagi kepada anak buah anda, sebaliknya anda memikul tanggung jawab sekalipun anak buah anda yang membuat kesalahan. Sebagai leader, seharusnya anda tidak menyalahkan anak buah anda di hadapan orang lain karena itu hanya menunjukkan kelemahan anda sebagai leader.
Salah seorang pemimpin dunia meletakkan tulisan di meja kerjanya, “The buck stops here” - semua tanggung jawab berakhir di meja ini - untuk selalu mengingatkan dirinya bahwa dialah yang bertanggung jawab atas prestasi dan hasil kerja anak buahnya.
Be a good leader!
Simon Kirene
Friday June 13th 2008, 7:17 am
Filed under:
Religion
Ada cerita menarik di balik penyaliban Yesus. Kisah ini dicatat oleh
Matius, Markus, dan Lukas. Ketika itu Yesus diharuskan berjalan sambil
memikul salibNya sendiri menuju bukit Golgota. Tetapi karena sudah
disiksa sebelumnya, Ia tidak kuat lagi memikul salib tersebut. Oleh
karena itu, seorang yang bernama Simon dari Kirene, dipaksa untuk
memikul salib Yesus (Matius 27:32).
Jadi, Simon dari Kirene mengikut Yesus karena
terpaksa. Jelas bukan merupakan hal yang enak, tetapi ia tidak punya
pilihan lain. Menolak memikul salib untuk mengikut Yesus bisa berarti
kehilangan nyawa bagi Simon. Tidak dapat dibayangkan bagaimana perasaan
Simon Kirene ketika ia berjalan dengan susah payah, memikul salib dan
mengikut Yesus.
Tetapi cerita tersebut tidak berakhir di situ.
Banyak peneliti sejarah Alkitab percaya bahwa Simon dari Kirene
termasuk satu dari sedikit orang yang tetap berada di dekat Yesus pada
saat Ia disalibkan. Sementara semua murid lainnya melarikan diri
(Matius 26:56), Simon dari Kirene mendapatkan hak istimewa untuk
mendampingi Yesus sampai kematianNya. Ia melihat keajaiban yang terjadi
menjelang kematian Yesus. Ia mendengar tujuh perkataan terakhir yang
diucapkan Yesus. Ia melihat bagaimana banyak orang yang pulang dan
menyesal sambil memukul-mukul diri setelah melihat kematian Yesus di
kayu salib (Lukas 23:48).
Banyak peneliti Alkitab yang percaya bahwa Simon terus berada di
situ dan kemudian mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Keinginan
tahunya membawa Simon untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan
dan JuruselamatNya. Ia ikut terlibat dalam persekutuan orang percaya.
Ia ikut menikmati kebangkitan Yesus dari kematianNya yang kemudian
disusul dengan pencurahan Roh Kudus. Ia hadir pada saat Roh Kudus
dicurahkan dan murid-murid penuh dengan Roh Kudus dan berkata-kata
dalam bahasa-bahasa lain. Salah satu di antara bahasa lain itu adalah
bahasa orang Kirene (Kisah Rasul 2:10). Kemungkinan besar, Simon Kirene
juga mengalami pencurahan Roh Kudus saat itu.
Lama setelah itu, kedua anak Simon Kirene, yaitu Aleksander dan
Rufus, menjadi orang-orang yang dikenal aktif dalam gereja mula-mula
(Markus 15:21). Tidak hanya itu, Rasul Paulus bahkan menyebutkan Rufus
sebagai orang pilihan Tuhan. Bahkan, isteri Simon Kirene dianggap
sebagai ibu oleh Paulus (Roma 16:13).
Ketika Simon dipaksa untuk memikul salib dan mengikut Yesus, mungkin
saat itu ia tidak mengerti. Mungkin ia hanya menurut karena tidak mampu
melawan. Tetapi bertahun-tahun kemudian, keluarganya dikenal sebagai
orang-orang pilihan Tuhan.
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah mengalami saat-saat dimana
Anda diharuskan memikul salib dan terus mengikut Dia? Mungkin - sama
seperti Simon Kirene - bukan karena kesalahan Anda tetapi Andalah yang
harus memikul akibatnya. Kalau saat ini Anda sedang mengalami hal
tersebut, ingatlah bahwa tidak ada yang kebetulan dalam kehidupan orang
percaya. Semua hal tidak enak yang sedang Anda alami saat ini mungkin
adalah salib yang harus Anda pikul yang akan menghasilkan perkara yang
indah.
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia,
yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah - Roma
8:28