KASIH
Kasih adalah…
Bergembira pada saat orang lain berbahagia. Bersedih untuk mereka yang bersedih. Selalu bersama saat baik maupun susah. Kasih adalah sumber kekuatan.
Kasih adalah…
Jujur karena dirimu setiap waktu menceritakan, mendengarkan kebenaran dan tidak berpura-pura. Kasih adalah sumber kejujuran.
Kasih adalah…
Suatu pengertian sepenuhnya mengenai apa yang kau rasakan, bahwa kau merupakan bagian dari orang lain. Menerima orang lain sebagaimana adanya mereka dan tidak mencoba untuk mengubah mereka menjadi sesuatu yang lain. Kasih adalah sumber pesatuan.
Kasih adalah…
Kebebasan untuk mencapai keinginanmu saat berbagi pengalaman dengan orang lain. Pertumbuhan suatu individu di sisimu dan pertumbuhan bersama dengan individu lain. Kasih adalah sumber kesuksesan.
Kasih adalah…
Kedahsyatan dari angin topan, ketenangan dalam pelangi. Kasih adalah sumber dari adanya keinginan besar
Kasih adalah…
Memberi dan menerima dalam situasi sehari-hari. Bersabar dengan setiap kebutuhan dan keinginan. Kasih adalah sumber kebersamaan.
Kasih adalah…
Mengetahui bahwa orang lain akan selalu bersamamu, tanpa memandang apa yang akan terjadi. Kehilangan orang lain pada saat mereka jauh, tetapi tetap dekat di hati tiap waktu. Kasih adalah sumber hidup.
"Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar diantaranya ialah kasih." (I Korintus 13: 13)
ENAM HAL YANG DAPAT DIPELAJARI DARI RAJAWALI
Wednesday February 06th 2008, 11:15 pm
Filed under:
Religion
Rajawali adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Alkitab menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya.
PELAJARAN 1 : SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK TERBANG
Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan muncullah bayi rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada dua hal yang sangat disukai oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan, yaitu makanan dan tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa pertamanya di dunia di dalam sarangnya yang nyaman. Setiap hari, induk rajawali mencarikan makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan. Dengan perut kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung berulang-ulang dalam hidupnya.
Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk rajawali ini terbang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya memperhatikan anaknya yang ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan. Setelah berputar beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan kecepatan tinggi menuju sarangnya, ditabraknya sarang itu dan digoncang-goncangka nnya. Kemudian ia merenggut anaknya dari sarang dan dibawanya terbang tinggi. Kemudian, secara tiba-tiba, ia menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha terbang, tapi gagal. Beberapa saat jatuh, cepat-cepat meraih anaknya kembali dan melayang ke bawah mendekati batu-batu karang, induk rajawali ini dengan ahli dan dibawa terbang tinggi. Setelah itu, dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.
Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali. Hal ini dilakukan berulang-ulang setiap hari. Hingga hanya dalam waktu satu minggu anaknya sudah banyak belajar, dan mulai memperhatikan bagaimana induknya terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah kuat dan ia pun mulai bisa terbang.
Saudaraku, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu nyaman di dalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali untuk mendapatkan makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi mereka "makanan rohani" ke dalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah selesai, kita pulang dan "tidur" lagi, tanpa melakukan Firman Tuhan dan hidup tidak berubah.
Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita merasakan "lapar" dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi lagi ke gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus menerus berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam hidup kita. Sampai suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup kita, sarang digoncangkan dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan. Kita mulai menyalahkan Tuhan,"Tuhan jahat! Tuhan tidak adil!….".
Tidak ! Tuhan tidak jahat ! Jika kita mengalami pencobaan dan goncangan berarti Bapa di Surga sedang melatih kita untuk bisa lebih dewasa lagi, agar kita bisa siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi rajawali kalau dia tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi orang Kristen kalau dia tidak pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi perhatikanlah hal ini.
Setiap pencobaan datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya jatuh tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia menyambar anaknya untuk diangkat kembali. Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa. Mulailah membuka Alkitab dan membaca Firman Tuhan. Kemudian kita akan menyadari bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar akan selalu ada di depan kita, tapi kita akan menemukan diri kita selalu penuh dengan pengharapan jika kita tetap berdiri pada kebenaran Firman Allah. Apa yang sedang terjadi ? Ternyata kita sedang merentangkan sayap kita ! Kita sedang belajar terbang ! Tuhan mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang kita alami.
Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya, Tuhan melatih kita untuk mempercayai FirmanNya dan mempergunakan iman kita.
PELAJARAN 2 : RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT TINGGI
Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk terbang di tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu. Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia berada di alam bebas, akan menjadi burung yang paling bersih di antara burung lainnya, tapi jika dia berada di dalam ‘penjara’ dan terikat, ia akan menjadi burung yang paling kotor (hal ini dikarenakan rajawali mengkonsumsi makanan yang berbeda dengan burung lainnya).
Saudaraku, Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di tempat yang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas dari kontrol dunia. Jika orang Kristen berada dalam ikatan-ikatan duniawi, ia akan menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan orang lain.
PELAJARAN 3 : RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG
Rajawali tidak terbang seperti layaknya burung-burung yang lain, mereka terbang dengan mengepak-epakkan sayapnya dengan kekuatan sendiri. Tapi yang dilakukan rajawali ialah melayang dengan anggun, membuka lebar-lebar kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya. Yang membuat rajawali sangat spesial ialah ia tahu betul waktu yang tepat untuk meluncur
terbang. Ia berdiam di atas puncak gunung karang, membaca keadaan angin, dan pada saat yang dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya untuk mendorong terbang, lalu membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan menggunakan kekuatan angin itu.
Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai penggambaran dari Roh Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama dengan Roh Kudus dan membiarkan-Nya mengangkat kita lebih tinggi lagi, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Seringkali kita ‘terbang’ dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kita menemui banyak kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini. Tapi belajar dari rajawali, kita mau untuk ‘terbang’ melintasi kehidupan ini dengan mengandalkan Roh Kudus.
Angin, juga berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai sering menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini. Bagi rajawali, badai adalah media yang tepat untuk belajar menguatkan sayapnya. Dia terbang menembus badai itu, melayang di dalamnya, melatih sayapnya untuk lebih kuat lagi. Orang ‘Kristen Rajawali’ seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan sayap-sayap iman kita.
PELAJARAN 4 : RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN
Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan. Seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung. Ia berdiam disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat mengenaskan selama kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya. Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh, dan rajawali menerima kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.
Saudaraku, seperti rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-waktu khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan hal-hal lama yang tidak berguna lagi ‘rontok’ dan menanti-nantikan dengan sabar pemulihan dari Tuhan. Pembaharuan adalah prinsip Ilahi, dimana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat. Selama kita menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.
PELAJARAN 5 : RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI MANUSIA
Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu tempat yang sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat menikmati sinar matahari. Karena sinar matahari memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan rajawali, dan juga merupakan obat yang paling mujarab baginya.
Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi, rumah tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah kita juga mencari Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup kita, yang juga merupakan sumber kesembuhan bagi segala macam ‘penyakit’?
PELAJARAN 6 : SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI
Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia terbang ke tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi tubuhnya dengan kedua sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari, lalu…..mati.
Saudaraku, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata dan hati tetap tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan dan jaminan di dalam kehidupan kekal.
Jadilah KRISTEN RAJAWALI!!!!
Jika Anda Ingin Mudah Dicintai
Katanya sih Februari adalah bulan penuh cinta dan kasih sayang. Walaupun anda bukan penganut ‘kepercayaan’ itu, toh tidak ada salahnya untuk ikut belajar lebih tentang cinta di bulan ini.
Suatu hari saya membaca sebuah kartu valentine, yang menuliskan "Orang yang lahir tanggal 14 Februari memang lebih mudah dicintai". Lalu saya berpikir: ‘memang ada ya, orang yang mudah dicintai…". Mengapa ya mereka mudah dicintai?
Lalu setelah lama berpikir, saya mendapat jawabannya. Mereka mudah dicintai karena mereka terlebih dahulu menabur cinta dimana-mana. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai. Kalau begitu, saya dan anda juga bisa menjadi orang yang mudah dicintai. Rumusnya sudah dibuat oleh Tuhan lewat Rasul Paulus di 1 Korintus 13. Renungkan bagian dari prinsip-prinsip kasih ini, lakukan dalam kehidupan sehari-hari, dan ketahuilah bahwa KASIH TIDAK PERNAH GAGAL.
1. Kasih itu sabar
Orang-orang yang ada disekitar kita kadang tidak selalu mengerjakan apa yang kita mau mereka kerjakan. Disinilah anda bisa berlatih untuk mengerjakan suatu bagian dari kasih, yaitu sabar. Semua hal terjadi dengan satu alasan. Dan itu artinya, hal-hal menyebalkan yang terjadi di sekitar kita pun terjadi untuk alasan tertentu. Bersabarlah. Karena dengan itu anda bisa jauh lebih menimati hidup dan lebih mudah dicintai.
2. Kasih itu murah hati
Setiap hari, anda bisa memilih untuk menjadi orang yang baik dan murah hati. Caranya, buka mata anda setiap pagi sambil bertanya: "Bagaimana aku bisa menjadi berkat bagi orang lain hari ini?". Walau itu hanya berupa sapaan ramah, gerak gerik yang menyenangkan, membantu orang yang lagi membutuhkan, atau apapun yang membuat anda menjadi orang yang murah hati. Jika anda lakukan, anda bisa merasa lebih bahagia dan tentunya lebih mudah dicintai.
3. Kasih itu tidak cemburu
Diatas langit selalu masih ada langit. Karena itu, jangan sirik! Selalu mengucap syukurlah dalam segala keadaan. Kecemburuan akan meracuni hati dan perilaku anda dan sanggup menghancurkan sebuah hubungan yang sangat baik sekalipun. Daripada sirik, lebih baik belajar dari orang yang "lebih" tersebut. Dengan begitu anda bisa menjadi a better person setiap hari dan tentunya lebih mudah dicintai.
4. Kasih itu tidak sombong
Buang selalu keinginan anda untuk menyombongkan diri. Itu akan membuat anda merasa lebih dari orang lain dan itu sama sekali bukan ekspresi cinta/kasih sayang. Sebaliknya, praktikkan kerendahan hati. Orang yang rendah hati akan sangat lebih mjudah dicintai.
5. Kasih itu tidak pemarah
Kita semua memang pernah marah. Tapi jangan menjadi pemarah! Lain kali keinginan untuk sering marah datang, ambil nafas panjang dan bertanya "apa ada respon yang lebih baik dan ramah terhadap situasi ini?". Pertimbangkan bagaimana reaksi anda nantinya akan berpengaruh pada orang lain. Dengan menjadi orang yang lembut dan tidak pemarah, anda pasti lebih mudah dicintai.
6. Kasih tidak menyimpan kesalahan orang lain
Pernahkah anda bertemu dengan orang yang menyimpan dan ingat setiap kesalahan yang anda buat terhadapnya? Pasti menyebalkan. Jika orang itu anda, bayangkan bagaimana orang lain memandang anda. Hidup akan jaih lebih ringan, tenang, damai, dan mudah dicintai jika anda tidak menyimpan dendam terhadap siapapun.
7. Kasih bersukacita karena kebenaran
Manusia jaman sekarang banyak yang tidak suka kebenaran dan kejujuran. Jika ada yang salah pun, kadang semua orang bersikap seolah tidak ada apa-apa. Banyak orang yang bahkan memilih untuk hidup dalam kebohongan ketimbang kebenaran. Tapi salah satu tanda cinta yang bisa anda kuasai ialah ‘tidak hidup dalam kebohongan’. Dengan selalu jadi orang yang jujur, anda akan menjadi orang bebas, yang mudah dipercaya, dan tentunya lebih mudah dicintai.
Saya menantang anda berdasar 7 kriteria cinta diatas untuk menjadi orang yang lebih mudah dicintai, mulai minggu ini! Dan rasakan bahwa hidup ini memang jauh lebih indah jika ada cinta dan kasih sayang.