to know Him…
Sunday January 14th 2007, 8:58 pm
Filed under:
Religion
Kita masing-masing memerlukan petunjuk tentang apa yang harus kita perbuat, bagaimana kita berbuat, kemana harus melangkah, dan kapan harus bertindak. Kalau tidak, bisa-bisa hidup kita jadi berantakan. Coba bayangkan, bila Anda pergi ke suatu tempat yang belum pernah Anda kunjungi tanpa dibekali alamat atau peta. Mencoba berlayar di tengah lautan dengan perahu layar tanpa dilengkapi alat-alat navigasi yang baik. Mencoba merakit miniatur sebuah pesawat mainan tanpa memiliki buku petunjuknya. Bereksperimen? Mencoba suatu tantangan? Boleh-boleh saja. Tetapi saya pikir, lebih tepat bila saya katakan itu konyol!
Lalu, bagaimana cara mendapatkan petunjuk itu? Bagaimana cara mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup kita?
Jawabnya sederhana saja. Mendengarkan.
Ya, sesederhana itu. Mendengarkan! Barang siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar (Wahyu 13:9).
”Oke, saya tahu bahwa saya harus mendengar untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup saya. Tapi, bagaimana cara mendengarkan suara Tuhan? Saya bahkan belum pernah mendengar Tuhan bersuara. Apa yang dapat meyakinkan saya bahwa itu benar-benar suara Tuhan?”
Pertanyaan yang wajar. Beberapa bulan yang lalu, saya pun bergumul untuk masalah ini. Anda bayangkan saja, mendengar suara Tuhan! Mengetahui kehendakNya! Allah yang dahsyat dan ajaib itu berbicara kepada kita? Menuntun kita? Adakah hal lain yang ingin Anda alami, lebih dari sekedar mendengar suaraNya?
Kerinduan itu membuat saya mulai membaca banyak buku tentang mendengar suara Tuhan dan mengetahui kehendak Tuhan. Ternyata dari semua buku yang itu menuntun saya menuju jawaban yang begitu sederhana. Untuk mengetahui kehendak Tuhan, syarat pertama sudah jelas. Kita harus mendengarkan. Kita masing-masing mempunyai kemampuan untuk mendengarkan suara Tuhan. Saat kita lahir baru, menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, keadaan kita dipulihkan. Kita diperdamaikan dengan Allah, dan hasil dari pendamaian itu adalah pulihnya persekutuan kita dengan Allah. Jangan berpikir bahwa kemampuan untuk mendengarkan suara Tuhan hanya dimiliki oleh hamba-hamba Tuhan yang besar! Setiap orang percaya memiliki kemampuan itu!
Mungkin cara Tuhan berbicara kepada kita berbeda. Tuhan berbicara dengan suara yang jelas kepada Samuel kecil. Tuhan yabg sama berbicara kepada Yusuf melalui mimpi. Dia berbicara kepada Maria melalui malaikat. Tuhan berbicara kepada kita melalui suara hati kita, melalui firmanNya, melalui kejadian yang kita alami dalam kehidupan kita, lewat teguran-teguran dari saudara seiman, bahkan Dia berbicara melalui alam semesta ciptaanNya. Ya, sekalipun telinga jasmani Anda tidak berfungsi dengan baik, Tuhan akan tetap berbicara melalui cara yang lain. Kita kan masih punya telinga rohani!
Tuhan berbicara dari mulai hal yang kelihatannya sederhana sampai hal-hal yang spektakuler.
Orang-orang yang memperoleh kasih karunia untuk mendengr suara Tuhan secara langsung, patut bersyukur. Memang sampai saat ini saya belum pernah mendengar suaraNya secara langsung. Tapi itu bukan berarti Dia tidak pernah berbicara kepada saya. Siapkan saja hati Anda. Sediakan waktu di hadapan Allah. Dia akan berbicara! ”Tapi itu belum benar-benar menjawab pertanyaan saya tentang bagaimana saya bisa yakin kalau itu benar-benar suara Tuhan. Bisa saja itu suara hati saya sendiri. Tetapi bagaimana kalau itu suara si jahat?”
Jawabannya lagi-lagi sederhana.
Kepekaan!
Berbicara memang mudah. Tapi bagaimana kita bisa memiliki kepekaan itu?
Kepekaan berjalan seiring dengan keintiman kita bersama dengan Tuhan. Bukankah semakin intim kita mengenal seseorang, semakin mudah pula kita mengenali suaranya? Bukankah semakin intim kita dengan seseorang, kita pun akan mengetahui lebih dalam segala sifat dang keinginannya? Semakin kita intim dengan Tuhan, kita akan semakin mengenal suara, kehendak dan kerinduanNya dalam hidup kita. Jangan berharap kepekaan terhadap suara Tuhan muncul dalam kehidupan Anda tanpa suatu keintiman denganNya!
Akan tetapi, semua petunjuk yang Tuhan berikan untuk kita tidak akan ada artinya bila tidak diikuti ketaatan. Jutaan petunjuk yang kita dengar tidak akan membawa manfaat apa-apa tanpa disertai ketaatan untuk melakukannya.
Ketaatan adalah suatu hal yang mutlak dilakukan setiap kali kita mendengar petunjuk yang diberikan Tuhan. Begitu pula dalam kehidupan kekristenan kita. Apa jadinya kalau Nuh menolak membuat bahtera? Bagaimana kalau Abraham menolak pergi dari tanah kelahirannya, Musa menolak memimpin bangsa Israel pergi dari tanah Mesir, dan bangsa Israel menolak mengelilingi tembok Yerikho? Kita dapat melihat, perkara-perkara besar teerjadi saat semua petunuk yang Tuhan berikan dilakukan dengan suatu ketaatan.
Sebaliknya, kita juga tahu apa yang terjadi ketika Adam dan Hawa melanggar perintah yang Allah berikan di Taman Eden. Apa yang terjadi pada Saul sewaktu ia berperang melawan orang filistin dan orang Amalek. Perkara besar yang mengerikan terjadi saat kita tidak taat.
Tuhan masih berbicara sampai hari ini. Masalahnya, apakah kita punya hati yang lembut dan telinga yang peka untuk mendengarkanNya? Apakah kita menyediakan waktu untuk mendengarkanNya sampai selesai? Apakah kita memiliki ketaatan untuk melakukan semua perkara yang sudah Dia nyatakan?
Jujur saya akui, pada saat menulis mengenai hal ini, saya sedang bergumul dalam suatu masalah yang cukup berat. Saya sudah mendengar suara Tuhan, tetapi saya tidak menyertainya dengan suatu ketaatan. Akhirnya apa yang saya lakukan justru membuat orang-orang di sekitar saya kecewa. Dan terutama mengecewakan Tuhan.
Intimidasi si jahat muncul saat saya mulai memerintahkan jari-jari saya bekerja di atas keyboard untuk meneruskan tulisan ini. ”Mau mengajari pembaca masalah ketaatan setelah apa yang kamu lakuakn? Yang benar saja!”
Tetapi puji Tuhan, saya akhirnya mampu menyelesaikan tulisan ini. Kalau sampai saat ini membaca tulisan ini, itu berkat kasih karunia Allah yang memampukan saya untuk mematahkan segala intimidasi si jahat.
Saya tidak menutupi kesalahan yang sudah saya perbuat dan ketidaktaatan yang saya lakukan. Tetapi saya tidak pernah mengizinkan intimidasi itu menguasai kehidupan saya sehingga persekutuan saya dengan Allah terganggu. Ya, saya pernah gagal, tapi apakah saya akan membiarkan hidup saya dihantui kegagalan? Sekarang yang penting adalah bagaimana saya bisa bangkit dan belajar dari kesalahan.
Sediakan waktu untuk mendengarkan suara Tuhan dalam hidup Anda, siapkan hati Anda, lalu dengarkan sampai selesai. Selanjutnya, lakukan dengan ketaatan yang didasari kasih kepada Tuhan!
Mendengarkan suara Tuhan dalam hidup Anda adalah suatu perkara besar. Melakukannya dengan suatu ketaatan adalah perkara yang lebih besar!
Tuhan Yesus memberkati!
Prayer for Lifetime Partner
Tuhanku,
Aku berdoa untuk seorang pria, yang akan menjadi bagian hidupku.
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu.
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setalah Engkau.
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu.
Wajah ganteng dan daya tarik fisik tidaklah penting.
Yang paling penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk menjadi seperti Engkau.
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia.
Seseorang yang memiliki hati yang bijak bukan hanya otak yang cerdas.
Seseorang yang tidak hanya mencintaiku tetapi menghormatiku.
Seseorang yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah.
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tetapi karena hatiku.
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi.
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai wanita ketika berada di sebelahnya.
Aku tidak meminta seorang yang sempurna, namun aku meminta seorang yang tidak sempurna, sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu.
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya.
Seorang pria yang memutuhkan doaku untuk kehidupannya.
Seseorang yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya.
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.
Dan aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi seorang perempuan yang dapat membuat pria itu bangga.
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintaiMu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cintaMu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.
Berikanlah RohMu yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu bukan dari luar diriku.
Berikan aku tanganMu sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya.
Berikan aku mataMu sehingga aku dapat melihat banyak hal yang baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.
Berikan aku mulutMu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaanMu dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari.
Berikanlah aku bibirMu dan aku akan tersenyum padanya setiap pagi.
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan, “Betapa besarnya Tuhan itu karena Engkau telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kai bertemu pada waktu yang tepat dn Engkau membuat segala sesuatu indah pada waktu yang Engkau tentukan.
Amin.
God’s boxes of heart
I have in my hands two boxes, black and gold, which God gave me to hold. He said, “Put your sorrows in the black box, and all your joys in the gold box.” I nodded His words and in the two boxes both my joys and sorrows I store.
But though the gold became heavier each day, the black was as light as before. With curiosity, I opened the black, I wanted to find out why. And I saw in the base of the box a hole which my sorrows had fallen out by. I showed the hole to God and mused aloud, “I wonder where my sorrows could be.” He smiled, a gentle smile at me, “My child, they’re all here with me.” I asked why. “My child, the gold is for you to count your blessing, the black is for you to let go.”
kuatir vs berdoa
Sunday January 07th 2007, 9:04 pm
Filed under:
Religion
Kuatir? Untuk apa kuatir? Apa untungnya kuatir?
Itu tidak akan mencegah datangnya kesusahan.
Itu malah akan membuat pencernaanmu kurang baik dan susah tidur.
Dan membuat hari-hari yang secerah apapun tampak suram.
Itu hanya membuat keningmu berkerut, nada bicaramu tajam.
Kita menjadi tidak rukun hidup bersama orang lain,
Dan tidak tenang hidup sendirian.
Kuatir? Untuk apa kuatir? Apa untungnya kuatir?
Itu takkan mencegah datangnya kesusahan.
Berdoa? Buat apa berdoa? Apa gunanya berdoa?
Berdoa sungguh mengubah segalanya, memperbarui kehidupan.
Itu baik untuk pencernaanmu, membuat tidurmu nyeyak.
Dan membuat hari-hari yang sesuram apapun tampak cerah.
Itu memberikan senyum di bibirmu, nada kasih dalam bicaramu.
Membuat rukun hidup dengan orang lain,
Dan tenang hidup sendirian.
Berdoa? Buat apa berdoa? Apa gunanya berdoa?
Itu membuat Allah turun dari sorga,
Untuk hidup dan berkarya denganmu.
IF MEN ARE FROM MARS, WOMEN TOO… but they’re from heaven!
Sunday January 07th 2007, 8:04 pm
Filed under:
Religion
“Dan dari rusuk yang diambil Tuhan Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan,” Kejadian 2 : 22 “Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Kejadian 2 : 23
Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk pria,
jadi tidak mungkin mereka berasal dari planet yang berbeda.
Saya menulis renungan ini bukan untuk menentang John Gray, tapi hanya sekedar untuk merefresh pikiran kita…
…tentang tujuan wanita diciptakan untuk pria dan mengapa Tuhan membuat mereka berbeda.
Tuhan dengan sengaja menciptakan wanita, supaya pria tidak sendirian dan kesepian. Supaya pria memiliki seorang penolong, bukan perongrong.
Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk pria, supaya wanita menjadi bagian dari pria yang akan dijaga dan dikasihinya seperti mengasihi dirinya sendiri. Bukan dari tulang kepala atau tulang kaki, supaya wanita menjadi pendamping yang sejajar dengan pria, tidak lebih rendah sehingga bisa diperbudak atau lebih tinggi sehingga dapat menguasai suami.
Tuhan menciptakan wanita berbeda dari pria. Pria dianugrahi kekuatan fisik dan logika untuk berpikir yang lebih dominan. Wanita dianugrahi kelembutan fisik dan kepekaan perasaan. Bukan supaya mereka saling menjatuhkan, tapi supaya mereka saling melengkapi dan menjadi sempurna.
Lalu mengapa yang sering terjadi pada kenyataannya adalah wanita bisa diperlakukan semena-mena, bahkan ada yang jadi sansak untuk latihan tinju suaminya? Mengapa juga
ada istri yang salah menempatkan posisi diri sebagai bos suaminya? Mengapa suami istri bisa kehilangan moment indah kebersamaan mereka dan rumah tangga mereka diwarnai pertengkaran demi pertengkaran ?
Jawabnya adalah karena mereka lupa bahwa mereka berasal dari surga, sehingga mereka lupa juga untuk mengundang Tuhan Yesus sebagai kepala rumah tangga dalam kehidupan mereka. Jika Yesus yang memimpin rumah tangga, maka suami-suami akan dapat mengasihi istrinya, istri-istri akan tunduk pada suaminya dan anak-anak mereka akan hidup dalam damai sejahtera, keluarga mereka akan bahagia.
Demikian juga dengan para kaum muda, wanita maupun pria, tidak perlu menunggu sampai berumah tangga, sekarang juga undang Tuhan Yesus menjadi pilot yang mengemudikan kehidupan menuju pasangan rusuk yang tepat. Ia yang menciptakan, tahu mana pasangan-pasangan rusuk yang benar.
Live Your Life
Hari ini adalah hari yang paling gres di tahun ini. Lembaran waktu yang siap kita gores dengan sesuatu yang berarti. Sesuatu yang benar-benar hidup dan kaya warna, hingga hidup kita enggak terasa kosong, garing, dan membosankan. Rasanya excited banget, tetapi juga deg-degan, apakah kita bisa menjalani tahun ini dengan baik?
Seharusnya, kita melangkahkan kaki dengan penuh keyakinan. Sikap positif seperi ini akan membuat kita lebih mudah untuk menjalani hidup. Hanya sayangnya, enggak semua orang memiliki sikap positif dan semangat yang kuat untuk mewarnai hidupnya. Kegagalan tahun lalu dan kenangan-kenangan buruk yan tertuang dalam diary membuat langkah menjadi berat. Sebersit keraguan muncul, mungkinkah tahun ini akan lebih baik daripada tahun kemarin?
Asal kita mau mencintai hidup, percaya deh, tahun ini kita bakal sukses! Dengan mengisi hari-hari kita penuh cinta, hidup kita akan terasa lebih ringan untuk dijalani. Hal ini membuat kita menyadari bahwa hidup ini sebenarnya indah, sebab Tuhan menciptakan sesuatu dengan sangat baik. Kalaupun ada bad moment atau hal-hal yang enggak enak, itupun merupakan bagian dari keindahan hidup.
Mari belajar mencintai hidup dan menghidupi hidup. Mancintai hidup berarti kita benar-benar menghargai bahwa kehidupan tuh anugerah Tuhan yang patut disyukuri. Bersyukur untuk diri kita, termasuk bersyukur untuk penampilan fisik, bakat, dan potensi yang Tuhan percayakan. Bersyukur untuk keluarga kita dan setiap keadaan. Bersyukur karena Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk bisa sekolah atau kuliah dan mempersiapkan diri menapak hari depan yang lebih baik. Lebih dari itu, bersyukur untuk pengenalan kita akan Tuhan. Tentunya, masih banyak hal lain yang perlu kita syukuri di masa muda kita.
Mencintai hidup berarti kita enggak akan melakukan sesuatu yang ujung-ujungnya merusak dan menghancurkan diri kita sendiri, sebab hidup itu sendiri adalah anugerah sekaligus tanggung jawab yang Tuhan percayakan kepada kita. Menghidupi hidup berarti kita memiliki komitmen untuk melakukan hal-hal yang berarti, tanpa harus dibayang-bayangi kegagalan yang kita alami di tahun lalu.
Hidup itu indah. Ada begitu banyak keindahan dalam hidup kita yang bisa kita nikmati. Tak seharusnya kita biarkan kehidupan berlalu begitu saja tanpa kita menjalaninya dengan sesuatu yang berarti. Jadi, ketika kamu membuka lembaran baru di tahun ini, semangat baru seharusnya muncul dari dalam dirimu. Enggak bakal deh tahun ini terlewat begitu saja tanpa ada sesuatu yang berarti. Bersiap-siaplah untuk mewarnai hari-harimu dan membuat hidup menjadi lebih hidup.