NATAL, momen untuk berbagi….
Tuesday December 19th 2006, 2:54 am
Filed under: Religion

Silent night, holy night,

All is calm, all is bright….

Sepenggal syair lagu Natal mengalun lembut terngiang di telinga kita. Kini kita bisa mendengar lagi lonceng Natal dibunyikan. Pohon Natal mulai dikeluarkan dari tempatnya, mulai dihias dengan lampu berkelap-kelip. Indah banget. Kartu-kartu Natal mulai dikirimkan. Lagu-lagu Natal mulai dipakai sebagai ring tone hand phone. Hadiah-hadiah Natal mulai dibagikan. Keceriaan anak yang sedang menyambut Sinterklas bikin kita sadar bahwa Natal telah tiba.

Hanya sayang, kesibukan Natal membius kita begitu rupa, sehingga Natal berlalu begitu saja tanpa tersisa sedikit pun makna. Kemeriahan pesta Natal hanya menyisakan keletihan. Keceriaan sesaat. Bagi yang hobi belanja, Natal tak lebih dari acara belanja saja. Baju baru, tongkrongan baru, tampil modis dan keren. Sayang banget, Natal yang sedemikian agung cuma dimaknai sebegitu saja. Bukan perayaannya Natal yang harus dikurangi, tetapi pesan dibalik Natal itulah yang harus dimaknai. Kalau enggak, sia-sia banget kita merayakan Natal dari tahun ke tahun.

Buat Natal ini benar-benar beda dari sebelumnya. Paling enggak kita menyadari bahwa Natal adalah wujud kasih Allah yang dinyatakan kepada manusia melalui pemberian yang terbaik dari-Nya, yaitu Yesus Kristus. Tak akan pernah ada Natal, jika Allah tetap menggenggam erat apa yang Dia sayangi. Natal ada karena Dia rela melepaskan apa yang selama ini ada dalam genggaman tangan-Nya. Natal merupakan bukti nyata dari kasih Allah. Kasih yang enggak disimpan, tetapi kasih yang dibagikan.

Demikian juga kita bisa menjadikan Natal tahun ini sebagai momen untuk berbagi kasih. Mengulurkan tangan untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan. Memberi hati untuk mereka yang terluka. Memberi hidup bagi mereka yang terhilang. Memberi diri bagi mereka yang memerlukanmu. Memberi hati untuk berbagi. Percaya saja, Natal yang dimaknai dengan cara seperti ini akan jauh lebih berkesan daripada menyimpan Natal bagi diri sendiri. Natal enggak pernah ada tanpa kasih Allah. Demikian juga tanpa kasih, Natal yang kita rayakan aka terasa garing dan membosankan. Itu sebabnya, ekspresikan kasih kita secara nyata di Natal ini.

Natal enggak hanya untuk disimpan, tetapi untuk dibagikan. Natal enggak hanya dirayakan dengan meriah, tetapi juga perlu dimaknai hingga menjadi momen yang berarti. Selamat Natal. Selamat berbagi kasih!

You can give without love,

But you can never love without giving