Filed under: Religion
Permasalahan & krisis merupakan bagian dari kehidupan kita. Sebagian orang menghadapi masalah kemudian menjadi berhenti menjalani kehidupan. Mereka tetap tinggal di dalam keterpurukan. Mereka hanya ingin agar permasalahan mereka secepatnya lenyap. Tetapi sebagian orang berusaha menemukan sesuatu yang berharga & berguna dari permasalahan tersebut. Mereka bertanya dalam hati, “Apa yang bisa aku pelajari dari pengalaman ini? Apa yang TUHAN ingin ubahkan dariku?”
Apakah permasalahan itu berhubungan dengan karir, relationship, kesehatan, emosi ataupun kehilangan, kita semua biasanya berusaha memfokuskan kekuatan kita untuk memadamkan ‘api’ itu & memastikan agar tidak ‘menyala’ lagi. Permasalahan & rasa sakit tersebut yang ingin secepatnya kita hilangkan, sehingga kita berkonsentrasi kepada hal tersebut.
Tidak ada salahnya berusaha memecahkan permasalahan & mengurangi rasa sakit itu. Misalnya seseorang yang tiba-tiba dipecat dari pekerjaannya. Dia berusaha sekuat tenaga mencari pekerjan baru, tetapi bukanlah itu jalan keluar utama yang harus dipikirkannya. Seharusnya dia terlebih dahulu mencari perspective dari TUHAN mengenai permasalahannya & maksud TUHAN melalui permasalahan tersebut.
Kata ‘melalui’ sangat penting artinya. Cara TUHAN melihat kesulitan kita sangatlah berbeda dengan cara pandang kita. Sebagai contoh yang bisa kita bandingkan adalah antara dokter & psikiater dalam menghadapi pasien. Kita pergi ke dokter untuk diberi obat ataupun disuntik agar rasa sakit kita secepatnya hilang. Tetapi seorang psikiater yang bijak mengetahui bahwa rasa sakit ini merupakan akibat dari permasalahan yang lebih dalam lagi.
Itu adalah pilihan kita masing-masing. Kita bisa saja menuntut agar rasa sakit itu secepatnya hilang, walaupun permasalahan yang sebenarnya bisa muncul kembali. Atau bisa melalui proses penyembuhan & menyelesaikan permasalahan itu once & for all. Pilihan yang sama juga kita temui ketika kita menghadapi permasalahan & krisis dalam kehidupan kita. TUHAN mengasihi kita seutuhnya & menginginkan yang terbaik untuk hidup kita. Tetapi seperti seorang psikiater, DIA tidak terlalu memikirkan tentang kenyamanan yang sesegera mungkin, DIA lebih mementingkan kesehatan & pertumbuhan kedewasaan kita dalam jangka panjang.
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan (Yakobus 1:2-3).
Kehendak TUHAN bukanlah di luar permasalahan kita, tetapi melalui permasalahan tersebut. Kita dapat belajar dari kesulitan kita & menemukan maksud TUHAN. Jadi daripada berusaha mecari jalan keluar dari permasalahan, kita dapat mempertimbangkan untuk memandang pada 2 tempat lainnya, yaitu: upward & inward.
Tempat pertama untuk mencari kehendak TUHAN melalui permasalahan kita adalah ‘ke atas’. Kita harus mengarahkan mata hati kita kepada TUHAN, fimanNYA & jalan-jalanNYA. Kita tidak perlu kesulitan mencari karena DIA menunggu kita sejauh kemampuan kita menyelesaikan kesulitan hidup kita. Seperti seorang anak yang memanggil orang tuanya, panggillah DIA yang mengetahui solusi bagi setiap permasalahan kita, pelajaran yang perlu kita pelajari & jalan untuk mencapai hal tersebut.
Seringkali kita mecari amannya saja. Kita merasa tidak aman mempercayakan kehidupan kita kepada TUHAN yang tidak dapat diprediksi. Tetapi TUHAN tahu bahwa ‘pendekatan keamanan’ kita mengeringkan jiwa kita. DIA mengundang kita untuk melihat ‘ke atas’ kepada setiap kesempatan & kemampuan untuk menyelesaikan kesulitan kita yang berasal dariNYA.
Tempat kedua yang bisa kita lihat pada waktu kita menghadapi masalah adalah ‘ke dalam’. Begitu kita memandang kepada TUHAN, DIA akan membawa kita kepada sebuah ‘perjalanan’ mengenal diri kita sendiri untuk mengajari kita sebuah pelajaran berharga. KebenaranNYA akan bersinar ke dalam hati kita & mengarahkan tindakan kita. Luka lama, sakit hati, kelemahan & cara pandang kita akan diubahkan oleh sentuhan kasihNYA.
Permasalahan kita merupakan hadiah dimana hal itu akan membantu kita me-normal-kan hidup kita. Juga menerima bahwa rasa sakit itu merupakan hal yang wajar terjadi dalam hidup kita. Ketika kita berada di tengah-tengah pencobaan, seringkali kita protes atau menyangkal atau berdebat bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi. Tetapi tidak satupun yang dapat mengubah kenyataan rasa sakit yang harus kita hadapi. Dan semakin kita bersikeras, semakin sulit bagi kita belajar mengenai pelajaran pertama dari setiap permasalahan: Kita harus menerima permasalahan sebagai sesuatu yang normal dalam kehidupan kita.
Kita harus berhenti protes tentang rasa sakit & permasalahan tersebut. Baru setelah itu, kita bisa belajar tentang pilihan-pilihan, jalan keluar, pelajaran & kesempatan yang tersedia. Sehingga kita bisa menerima bahwa permasalahan akan selalu ada. Jadi kita bisa menerima bahwa beberapa permasalahan yang ada akan tetap jadi mister sampai pada waktu kita bertemu TUHAN muka dengan muka. Penerimaan akan membantu kita hidup di dalam realita TUHAN, beradaptasi & berubah sesuai dengan keadaan & percaya sepenuhnya pada TUHAN.
Permasalahan kita juga merupakan hadiah yang dapat membantu kita mengenali penderitaan TUHAN. TUHAN tidaklah memperkecil permasalahan yang ada, juga tidak menghindari kesulitan yang akan terjadi. Walaupun DIA bisa saja menciptakan dunia ini sama sekali berbeda, tetapi DIA memilih jalan yang membawaNYA kepada penderitaan bagi diriNYA. DIA menghadapi permasalahan itu, bahkan ketika hal tersebut menyakitiNYA.
Bahkan semenjak Adam & Hawa, manusia sering bermasalah dengan TUHAN. DIA ingin selalu mengasihi & mengarahkan kita, tetapi kita sering menjauh dariNYA. DIA tidak ingin menghancurkan kita karena DIA sangat mengasihi kita. Tetapi ketika TUHAN membawa kita mendekat kepadaNYA, kita justru menolakNYA bahkan berusaha menjadikan diri kita TUHAN. Inilah permasalahan TUHAN, yaitu ketika respon kita terhadap kasihNYA tidak seperti kehendakNYA.
TUHAN memiliki hati. KasihNYA begitu dalam terutama terhadap kita & pemberontakan kita sangatlah menyakiti hatiNYA. Respon TUHAN terhadap permasalahanNYA dengan kita adalah menghadapinya & mengambil tanggung jawab untuk melakukan sesuatu terhadap hal tersebut. DIA tidak protes, melawan, menghindar ataupun menyangkali masalah yang ada. DIA bahkan menderita melalui proses tersebut. Pada saat DIA menebus, memulihkan, mengampuni & menyembuhkan kita, DIA menderita karena perbuatan yang kita lakukan terhadapnya.
Saat kita belajar bagaimana TUHAN menghadapi permasalahanNYA, kita belajar untuk mengenali diri kita melalui penderitaanNYA. Dengan mengenali rasa sakit itu dapat membantu kita semakin mendekat pada TUHAN, melihat kehidupan sebagaimana seharusnya & mengambil langkah yang tepat untuk menghadapi permasalahan hidup kita. Banyak hal yang bisa dipelajari mealalui permasalahan tersebut pada saat kita mengijinkan diri kita mendekat kepada penderitaanNYA, khususnya penderitaan YESUS.
Ketika kita mengenali permasalahan kita dengan melalui penderitaanNYA, kita akan semakin dewasa. Jangan meminta TUHAN untuk menghilangkan permasalahan kita & janganlah juga bertoleransi dengan permasalahan tersebut. Terimalah setiap permasalahan kita sebagai suatu hadiah & kita akan menemukan kehendak TUHAn melalui permasalahan tersebut. Lihatlah permasalahan tersebut sebagai langkah selanjutnya untuk pertumbuhan kedewasaan kita.
Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada YESUS, yang memimpin kita dalam iman & yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan (Ibrani 12:2a).
Tuhan memberkati kita!